Sunday, October 7, 2012

WASPADAI REMAJA REMAJA KITA!



Fenomena tawuran antar pelajar, penyalahgunaan obat-obat terlarang, sex bebas yang semakin marak di kalangan remaja membuat hati orang tua menjadi miris. Sulit membayangkan, jika tiba-tiba sang buah hati kecanduan obat bius atau terlibat dalam tawuran pelajar yang sekarang ini sedang menjadi sorotan masyarakat. Satu hal yang tidak bisa ditawar-tawar lagi adalah mewasdai sang buah hati agar tidak terperosok ke lembah kenistaan. Mewaspadai bukan berarti bersikap ororiter dan melakukan pemaksaan kehendak kepada sang buah hati.


Satu hal yang harus dipahami oleh para orang tua adalah, remaja itu sangat rentan terhadap pengaruh dari luar. Mereka adalah muda-mudi yang sedang berada pada masa perkembangan yang disebut adolensi (masa remaja masa menuju kedewasaan). Masa ini merupakan taraf perkembangan dalam kehidupan manusia, di mana seseorang sudah tidak dapat disebut anak kecil lagi, tetapi juga belum dapat disebut orang dewasa. Taraf perkembangan ini pada umumnya disebut masa pancaroba atau masa peralihan dari masa anak-anak menuju masa dewasa. Ditinjau dari sudut kronologis berkisar usia 12 – 20 tahun.

Masa adolensi ini disebut juga masa “physiological learning” dan “Social learning”, berarti bahwa pada masa ini pemuda-pemudi sedang mengalami pematangan fisik dan pematangan social. Kedua hal ini serempak terjadi pada waktu yang bersamaan. Dalam pematangan fisik ini si remaja mengalami proses perubuhan struktur dan fungsi jasmaniah (fisiologis) mengarah pada kedewasaan fisik; timbulnya kemungkinan reproduksi.

Dalam pematangan social si remaja menghadapi proses belajar mengadakan penyesuaian diri atau adjustment pada kehidupan social orang dewasa secara tepat. Hal ini berarti pula, bahwa remaja harus belajar pola-pola tingkah laku social yang dilakukan oleh orang dewasa dalam lingkungan kebudayaan masyarakat di mana mereka hidup.


Celakanya, lingkungan social sekarang ini tidak mendukung terhadap kepribadian seorang anak unggulan. Berbagai pengaruh dari luar, baik yang berasal dari lingkungan masyarakat pergaulan mereka, maupun lewat media informosi telah mengikis moralitas unggulan yang menjadi harapan orang tua.


Tidak dapat kita pungkiri, saat ini anak-anak dan remaja kita sebagian besar menghabiskan waktu mereka di didepan televisi. Padahal, tidak semua acara televisi yang ditayangkan baik untuk perkembangan remaja dan anak-anak. Seperti tayangan kekerasan, pola hidup konsuntif, santai menyia-nyiakan waktu, serta mendewa-dewakan materi, dan sejumlah acara lain yang tidak memperhitungkan akibat buruknya bagi anak-anak dan remaja kita.


Lewat media televisi kita dapat menyaksikan acara film-film yang tidak mendidik, dan tentu saja iklan-iklan yang memicu sifat hedonis. Tampaknya, hanya sedikit film yang memberi dampak positif, seperti film dokumenter tentang flora dan fauna; kebanyakan film hanya menyuguhkan kekerasan, pembunuhan, pertengkaran, sex bebas, pamer aurat, dan pola hidup kepura-puraan. Dalam film kanak-kanakpun disuguhkan film Tom and Jery yang tak henti-hentinya bertengkar dan berkelahi.


Selain media televisi, saat ini media internet juga menyumbangkan kontribusi yang tidak sedikit dalam mempengaruhi kepribadian remaja dan anak-anak. Aslinya, jika dimanfaakan dengan benar internat dapat dimanfaatkan untuk memajukan kualitas hidup kita. Betapa tidak, melalui internet, semua informasi tersedia lengkap dan tanpa batas. Tidak hanya itu saja, orangpun bisa melanglang dunia tanpa dibatasi aturan antar Negara, menjual produk ke seluruh dunia, mengobrol dengan orang lain yang entah dimana, mengirim surat elektronik keberbagai belahan bumi hanya dengan satu klik, dsb.


Sayangnya, media tersebut kini mulai disalahgunakan. Bukan rahasia lagi internet sekarang menjadi ajang wisata sex melalui situs-situs porno yang mudah diakses, bahkan tidak diaksespun, websitenya kadang-kadang nongol sendiri Banyak pula situs-situs yang terang-terangan menawarkan jasa sex sehingga transaksi sex pun menjadi semakin mudah. Untunglah sekarang sudah dilakukan pemblokiran terhadap situs-situs tersebut, meskipun masih dapat diakses tetapi tidak seperti dulu lagi.


Bukan itu saja, bersamaan dengan kemajuan teknologi informasi, terutama dengan makin berkembangnya komputer, sekarang ini remaja dan anak-anak sangat mudah mangakses permainan-permaianan yang mengkibatkan mereka kecanduan. Misalnya permainan game yang sekarang digandrungi oleh remaja dan anak-anak. Walaupun hiburan hal yang mubah, namun jika muatan hiburan itu mengandung unsur-unsur yang negative, lain lagi ceritanya. Main game sebenarnya mubah, namun jika sampai melalaikan waktu, dan kontennya mengandung unsur-unsur negative seperti pornografi hal yang mubah itu bisa masuk pada wilayah haram.


Nah, demikianlah sekelumit tantangan-tantangan di dunia nyata yang harus diwaspadai oleh orang tua. Pengabaian terhadap hal-hal tersebut akan berakibat fatal dan penyesalan. Mudah-mudahan kita semua selamat dan mampu mengantarkan anak kita menjadi anak yang shaleh dan shalehan sehingga bermanfaat bagi orang lain. Amiin!
 



 



 

 
 


 

 


No comments:

Post a Comment

Post a Comment